BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 02 Desember 2009

bab 3: MEET SOMEONE (day1)

"ayo ah lama lo! ntar keburu cewek-cewek pada dateng nih." aku menyuruh yang lainnya untuk cepat.
"iya iya. gue cari konci mobil gue. dimana ya?" johan terus aja mencari kunci mobil di tasnya
"yah elah konci lo ada di gue. udah ah ayo! gue aja yang bawa sekarang." kataku sambil mengajak johan, samuel, dan geraldy untuk berlari.
hari ini aku sengaja tidak membawa motorku. kalo ampe kubawa, bisa-bisa kejadian kemarin keulang lagi deh.
"lo bisa bawa mobil gak?" kata samuel.
"tenang aja. gue bisa ko. waktu kita ke bandung kan gue nyetir." kataku dengan stay cool.
"itu kan udah setahun yang lalu dasar gila! itupun kita tabrakan. waktu itu kan lo hampir cacat. kalo gak ada keajaiban, ampe sekarang lo cacat." kata samuel mengingatnya pada masa di SMP.
"ya itu kan dulu, sam. sekarangkan gue udah ahli. hehehe." kataku dengan pede sambil menghidupkan mobil.
"oke. gue pegang kata-kata lo.
selama di perjalanan menuju ke tempat biasa aku nongkrong sih tidak ada kejadian yang menegangkan. tapi pas baliknya...
CCIIAAATT! BRUUUK!
mobil yang kubawa tabrakan dengan sebuah mobil kijang inova. untung aja gak ada luka berat. cuman aku dan johan yang duduk di depan aja yang punya memar di kepala karena terjedot. aku melihat di mobil seberang terdapat 4 cewek cantik. ada 3 yang menatapku, jon, sam, dan geraldy dengan tatapan tajam. yang 1 lagi sibuk mambaca sesuatu. aku mendatangi mobilnya.
"mbak maaf banget mobilnya gak sengaja gue tabrakin. maaf banget." aku meminta maaf kepada cewek yang duduk di tempat kemudi
"kalo nyetir yang bener dong. gak bisa nyetir ya?" kata cewek ini kepadaku.
"iya maaf mba. maaf."
"eh liat deh. cewek-cewek itu cakep banget. kenalan aja yuk." kata johan kepada samuel dan geraldy
"boleh" kata mereka berdua.
"ntar gue sms dulu." johan buru-buru mengetik sms untukku.
"sebenarnya saya gak bisa nyetir mbak. hehehehe." aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"yah terus gimana mobil gue nih." kata si cewek ini sambil keluar melihat mobilnya ancur.
"saya ganti deh mbak." aku terus aja memohon.
kring...kring...kring...
new message from: Johan_m3
opening..
mario, kenalan aja yuk. cewek-ceweknya cantik nih. suruh aja mobil dia and gue tarok di bengkel gue. oke. see you.

ah! ni mereka masih mau kenalan aja. udah tau gue capek-capek minta maaf. untung aja ceweknya gak terlalu marah. tapi, ceweknya cantik-cantik juga ya. ya udah deh kenalan aja. toh si cewek-cewek gak terpesona liat gue. gak kayak di sekolahan gue yang odong.
"oke oke. jadi mobilnya gimana nih. tid, yen, ndre, keluar aja. mobilnya mau di benerin." si cewek ini mengajak teman-temannya keluar.
"gue udah telepon bengkel. nanti orang bengkel ke sini buat ambil mobil lo dan gue. nanti pulangnya gue yang anterin aja." kataku.
"ya udah." kata si cewek ini.
"yah mo di bawa ya. tunggu dulu ya gue ambil buku-buku gue dulu. yen tolongin bawa biola gue dong." kata si cewek yang 1 itu.
"eh eh kita keluar yuk. gue mau nolongin cewek yang bawa buku banyak nih." johan keluar dari mobil.
"oh ya nama gue mario nama lo siapa?" aku memperkenalkan diri kepada si pengemudi.
"gue clarissa. panggil aja icha." dia membalas perkenalanku.
"ini teman-teman gue. yang ini johan, samuel, dan geraldy." tak lupa juga aku memperkenalkan teman sohibku.
"ini juga temen-temen gue. ini astrid, panggilnya atid. yang ini yenny, trakir andrea." dia memperkenalkan teman-temannya.
"eh ash, lo pilih yang mana nih? kalo gue sih yang banyak bawa buku itu, si astrid." johan berbisik kepadaku, geraldy, dan samuel.
"kalo gue sih yang lagi pegang BB. si andrea." bisik samuel
"kalo lo yang mana ger?" tanya si johan
"gue sih yang kriting itu. si yenny." bisik geraldy.
"mau gak mau gue yang ngemudinyalah." kataku.
"oke kita sepakat sama pasangan pilihan kita." samuel berkata padaku.
"oke oke. setuju."


***************************************************************************************************************************
(johan)

"hai. namanya astrid ya?" aku berbas basi sambil gugup.
"iya. lo johan ya?" kata si astrid kepadaku.
"iya. btw bawaan lo banyak juga ya."
"iya nih. aku abis latihan musik di hotel nih. jadi partiturnya banyak banget deh."
"sini gue bawain."
"hati-hati ya."
"trus ini.. komik?! lo suka komik?"
"iya gue suka banget."
"wah kebetulan gue juga."
"wah kita samaan. lo juga suka musik ga?"
"iya."
"apa aja?"
"cello."
"kalo gue biola."
"oh iya gue boleh minta nomor hape lo gak? siapa tau kita bisa latihan bareng. hhhehe."
"boleh. catet ya."
"pasti."
(kesimpulan: gue udah dapet nomornya astrid. pendekatanku berhasil ^_^v)

bab 2: ANAK BARU

aku terbangun dari tidur lelapku. aku mulai mengumpulkan nyawa(biasa gue ngomong begini). kali ini tumben mamaku tidak membangunkanku, mungkin mamaku sudah berangkat. aku mandi dan memakai baju, menyusun buku lalu berangkat. tak lupa juga aku membawa kunci motorku. dengan semangat dan takut aku pergi ke sekolah. kalo takutnya sih entar ketemu sama cewek-cewek yang seperti monster. kalo semangatnya, aku bisa ketemu 2 sahabatku ini.
"kyaaaa!! ada mario!"
"iya! mario!"
dan lagi-lagi sorak sorai para cewek ini menggerogoti kupingku. untung aja aku pake helm.
"maaf girls. kali ini jangan ajak ngobrol gue ya. soalnya lagi sakit ku[ing nih. nanti kalo kalian berisik gue bisa tuli nih. tolong jangan brisik ya girls. nanti ada waktunya kok bisa ngobrol sama girls. duluan ya. bye" aku langsung buru-buru lari.
"yah lagi sakit ya."
"iya ya lagi sakit."
para cewek sibuk membicarakanku. sementara sang cowok-cowok hanya diam dan melihatku dengan tatapan tajam layaknya ninja mencari mangsa.


***************************************************************************************************************************


"anak-anak hari ini kita kedatangan seorang anak baru. mari nak masuk kelas." kata guru fisikaku yang kebetulan mengajar pada jam pertama.
anak baru itu cowok, tinggi, ganteng, dan tak kalahnya denganku. semua cewek-cewek terpesona melihatnya. sepertinya ada penggantiku deh.baguslah.
"nak, perkenalkan dirimu." kata guruku.
"hai teman-teman. nama saya geraldy. saya murid pindahan dari SMKN 40 jakarta. saya pindah ke sini karena orang tua saya pindah kerja. saya lahir di austria 10 oktober 1993. mohon bantuannya ya." kata si anak baru ini.
baguslah ada penggantiku jadi primadonya cewek-cewek. akhirnya aku bebas!
"nak geraldy, kamu sekarang duduk di tempatnya mario." kata guruku
anak cewek langsung menatapku dan dia dengan penuh pesona.
"ya ampun ada dua pangeran di sini."
"makin enak nih sekolah."
"tiap hari gue cuci mata terus nih."
"kyaaa. keren! two prince charming!"
jeritan para cewek ini nih yang bikin sakit kuping. astaga tuhan! kenapa sih cewek-cewek di sini di ciptain alay dan norak sekali.
"hai gue geraldy."
"hai juga, gue mario. kalo biasa di rumah gue di panggil ash."
"apa hubungannya sama mario?"
"nama panjang gue Prince Rashya Mario. jadi panggilnya ash deh."
"oh begitu. nama lo bagus ya."
"makasih. nama panjang lo apa?"
"matius geraldy watson."
"nama lo juga bagus ko. lahir di luar sih."
"makasih."
"tapi kok lo bisa bahasa indo?"
"gue kan cuman numpang lahir aja di luar. sebulan kemudian baru deh ke indonesia."
"oh begitu."
"boleh gak lo aja yang kenalin semau ini sekolah ini ke gue?"
"dengan senang hati."


***************************************************************************************************************************


"ini lapangan basket, kalo sebelah sana lapangan tenis, kalo dari sini kita bisa liat gedungnya dari lantai 1 sampai lantai 3. di situ ruang guru, kalo mau ke toilet tinggal belok kanan naik tangga aja." aku mejelaskan seisi sekolah ini.
"oh ya tak lupa juga. lantai 3 itu lantai studio. hampir semua studio alat musik ada di situ. kalo mau latihan tinggal bilang penjaganya aja." aku melanjutkan.
"oh oke oke. thanks ya." kata geraldy kepadaku.
"iya sama-sama."
"oh ya lobisa main musik?"
"bisalah. buat apa gue sekolah di sekolah musik ini kalo gak bisa musik."
"oh begitu. gue juga bisa. lo bisanya apa aja?"
"gitar, drum, bass,piano, organ."
"wow. lumayan banyak ya."
"iya. kalo lo?"
"gue trompet sama cello."
"itu lebih baguslah."
"makasih."
"btw rumah lo dimana?"
"di menteng."
"wuah deketrumah gue dong. lo di illanya apa gak?"
"iya."
"blok?"
"E."
"nomor?"
"52."
"wah kebetulan banget. gue nomor 50. kapan-kapan main ke rumah gue ya."
"oke oke."
"udah laper nih gue. makan bareng yuk."
"gue ajak johan sama samuel ya."
"okeoke."


***************************************************************************************************************************


seperti biasa, para cewek menghadangku keluar. aku dikerubuni kayak semut mencari mangsa, dan aku mangsanya. geraldy mukanya langsung pucat dan sepertinya dia punya asma deh. aku melihat johan dan samuel sudah duluan. aku bersiul agar mereka berdua melihatku. mereka langsung menolong geraldy. para cewek berteriak terus. kebetulan johan bawa mobil, jadinya mereka mengantar geraldy pulang, sedangkan aku naik motor membuntutinya dari belakang.
ko kayaknya ada yang kejar-kejar gue ya? jangan-jangan...
yup! geng motor itu mengejarku lagi. aku langsung menelfon johan.
"johan, tolong gue!"
"kenapa?" lalu samuel liat ke belakang.
"waduh geng motor itu lagi, jo. gmana nih?" samuel kebingungan.
"waduh gue juga bingung." johan panik.
"gini aja, suruh mario ngebut ke depan. lo ngehadang mereka pake mobil. jangan biarin mereka lewat mobil lo." kata geraldy lemas.
"wuih betul juga tuh." kata samuel.
"tapi gue gak pinter dalam hal ini." kata johan.
"gue liat ke belakang aja. ntar tinggal lo turutin apa kata gue." kata geraldy dengan memaksakan diri untuk melihat ke belakang.
"gimana dong? mereka udah lemparin gue pake batu nih. badan gue udah remuk." kataku dengan penasaran.
"udah lo ngebut aja ke depan kita. lo tunggu di tempat biasa." kata samuel. sementara itu johan dan geraldy berusaha memberikanku lewat dan menghadang mereka.
"oke. makasi ya." kataku dengan langsung menancap gas max.
"oke sekarang ger lo tinggal intruksi aja."
"oke."


***************************************************************************************************************************


"lama banget kalian. kalian gak kenapa-kenapa kan? kataku dengan panik.
geraldy di bopong oleh kedua temanku. aku buru-buru memberikan oksigen yang tadi aku beli untuknya. akirnya pernapasan geraldy kembali normal.
"gak ko aman tadi. kebetulan di mobil gue ada pistol mainan. jadi gue ancem aja deh." kata samuel dengan gayanya yang khas.
"wah kalo tiap hari begini terus bisa kacau nih." kataku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"udahlah jalanin aja sebagai pengalaman." kata johan dengan santai
"jadi, kalian tiap hari begini terus?" geraldy terheran-heran dengan kejadian tadi.
"iya." kataku.
"maaf ya lo jadi ikutan deh." kata samuel
"gak apa-apa kali. tapi gue masih tegang aja ampe asma gini." kata geraldy.
"udah lupain aja. balik yuk. lo balik sama gue aja ya ger. gak apa-apa kan naik motor?" kataku.
"iya gak apa-apa. gue juga udah capek."
"sam, jo gue balik dulu ya. bye." kataku.
"bye." sam dan jo juga pulang.

Selasa, 01 Desember 2009

bab 1: keseharianku

Kring.. kring..
"ash! bangun. udah jam segini nih." mama mambangunkanku.
"masih ngantuk ,ma. 5 menit lagi deh." aku masih ngantuk.
"ash, sayang. sekarang udah jam segini. nanti telat loh. mama siapin makanan ya." mamaku mempersiapkan makanan untuk ku.
"iya mami. hoam." demi mama aku memaksa badanku yang sudah lama terbujur kaku di tempat tidur nan empuk ini. lalu aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
"jangan lupa bawa kunci motor kamu, sayang. nanti kamu males lagi ngambilnya ke atas. pak yayat lagi pergi nganterin papa jadi gak sempet nganterin kamu." kata mama meneriaki ke kamarku.
"oke mam." kataku sambil mencari kunci motor kebanggaanku yang bernomor B1993, sesuai dengan tahun lahirku.
"ma, aku pergi dulu ya. bye." aku mencium kening mamaku lalu langsung mengambil roti dan susu yang udah mama siapkan untukku.
"hati-hati sayang nanti keselek loh. hati-hati bawa motornya."
"oke mam."
oh iya aku lupa memperkenalkan diri, namaku Prince Rashya Mario. yang sedang berbicara denganku tadi itu mamaku. dia sangat perhatian denganku. aku bersyukur punya mama seperti mamaku. thanks god for giving me a good mom. she's so good. i love her. aku adalah anak tunggal. jadi wajar aja aku di manja. segala yang aku mau selalu di kasih. tapi papa mamaku berpesan bahwa aku gak boleh egois. setiap hari aku selalu lupa membawa kunci motorku. makanya mamaku selalu mengingatkanku. mamaku seorang arsitek kalangan internasional. papaku seorang pengusaha. dia mempunyai lebih dari 99 cabang di luar negri. tekatku sih ingin jadi arsitek dan pengusaha. bisa gak ya? hehehehe....
"eh guys, liat deh. itukan Mario. Si anak pengusaha itu."
"eh bukannya itu si anak pengusaha ya?"
"ya ampun ganteng banget! andai dia pacar gue."
"gue jadi ngiri sama dia, sob."
"tapi dia keren.gue suka gayanya."
suara-suara bisikan atau bisa di bilang bukan bisikan ini adalah murid-murid SMK SARASWATI, sekolah yang aku tekuni sekarang ini. suara-suara itu sudah aku hapalkan karena mereka kesannya antara iri, benci, tapi kagum. aku sudah biasa dengan keadaan seperti ini.
"woy sob, dateng juga lo. gue kira lo bolos lagi gara-gara kemaren abis di pukulin geng sok kuat itu." ini adalah temanku dari kecil, namanya Johan.
"tapi gue salut sama lo, ash. lo malah ngetawain mereka. nekat banget! untung aja lo juara karate sama bela diri tingkat internasional. kalo gak badan lo remuk tuh." kalo yang ini temanku dari SD namanya Samuel.
"yoi dong, sob. beruntung lo jadi temen gue. hahahaha." kataku dengan pede sambil membuka helm dan mematikan motorku.
"hai Mario. boleh kenalan?" seorang cewek menghampiriku.
"boleh."
"namaku Sashya. sama dengan nama kamu. rasya, sashya. pasti kamu jodoh aku."
'idih pede banget ya ini cewek. mana menor lagi dandanannya.'
"sayangnya lo kurang beruntung honey."
"kenapa?"
"maaf ya, tapi gue gak tertarik sama lo."
"hiks.. hiks.. hiks.. jahat!" cewek itu berlari sambil merusak dandanannya.
"maaf ya. bukannya gue nyakitin hati lo."
lalu cewek itu berhenti dan menatapku seperti pembunuh.
"kita teman aja ya." aku membujuknya dari jauh.
"oke kita teman." dia langsung pergi
kedua temanku hanya tertawa dan meledekku.
"tiap hari begini terus. kapan gue damainya sih?! coba deh lo liat yang sebelah sana. itu cowok liatin gue mulu. pasti nanti gue dilabrak lagi deh. huah." aku memberantakin rambutku. malahan semua cewek jadi makin terpana melihatku. aduh, bisa kacau nih gue.
"oh iya,ash. lo udah bawa stik dram gue blum?"kata johan kepadaku sembari masuk ke kelas. samuel udah pergi dari tadi karena ada urusan dengan kelas ansamblenya.
"yang mana?"
"itu yang waktu pensi lo minjem. kan cewek-cewek pada maksain lo main dram kan. masa lupa sih?"
"oh yang itu. udah gue bawa nih."
"oke oke."


**************************************************************************************************************************


"mario. boleh minta nomor telepon gak?"
"mario. sms aku ya nomornya udah aku kasih ke johan."
"boleh minta nomor hape gak?"
"apaan sih orang gue duluan yang minta."
"sanaan dong! gue juga mau."
ini dia! jeritan cewek-cewek setiap pulang sekolah. kalo udah kayak gini susah nih aku keluarnya.
"TIARAP SEMUA!" tiba-tiba ada cowok pake baju item-item bawa pistol.
"kyaaa! tolong!" semua anak cewek teriak ketakutan
"semuanya tiarap!" cowok itu melirik ke arahku dan membuka topengnya sekilas. ternyata ulahnya johan&samuel. aku langsung mengangguk sambil tersenyum lalu berlari keluar. aku buru-buru ambil tas terus lari ke parkiran dan memakai helmku. hapeku berbunyi, johan&samuel menelfonku.
"eh tunggu di tempat biasa." mereka berdua masih mengurusi anak cewek.
"oke. thanks banget ya sob! kalian emang sahabat gue. kalo gak ada lo berdua pasti baju gue robek." aku menghela nafas panjang.
gaklama setelah menelfonku, ada kumpulan motor yang menghadangku.. ternyata mereka semua adalah pacar dari masing-masing semua cewek tadi. astaga! masalah ini ribet banget sih! aku langsung balik arah dan ngebut. mereka mengejarku. aku mengambil hapeku dan menelfonku temanku lagi.
"eh bantuin gue lagi dong, kawan.gue di kejar-kejar sama pacar-pacarnya si cewek tadi nih. tolong dong."
"ya ampun kasian amat hidup lo, ash! oke gue secepat kilat ke sana." lalu Johan dan Samuel bergegas cepat.
"woi jangan kabur lo! ada seorang cowok yang berteriak memakai toa.
Nyiung... Nyiung... Nyiung...! DI SINI POLISI!
pasti itu si johan dan samuel deh. mereka nekat bgt ampe minjem motor polisi. salut gue sama teman gue ini. makasih jo, sam!
DI SINI POLISI! DI SINI POLISI! MOHON BERHENTI!
lalu para polisi palsu itu menghadang geng motor tsb dan menyita SIM dan STNKnya.


***************************************************************************************************************************


"hahahaha.. thanks banget sob! lo berdua emang temen gue yang paling nekat. ayo kita rayakan! kali ini gue yang traktir deh." aku memeluk mereka dengan erat dan penuh trima kasih.
"yeeeyy! makan!" johan dan samuel melompat-lompat

Makan-Makan 16.45
"eh btw, lo kok bisa dapet motor polisi? dapet dari mana lo?" kataku sambil menyeruput orange blackcurrant juice.
"haha.. kan temen gue yang di blog gue itu bokapnya polisi. gue buru-buru aja pinjem. kebetulan dia gak enakan gitu kalo gak ngasih. terpaksa deh. hahaaha.. ya gak sam?" kata johan menjelaskan padaku.
"yoi. tadi juga sempet ada polisi. tapi ya lo taulah gue orangnya kayak gimana. hampir semua orang akrab sama gue. jadi ya kita di bolehin deh." kata samuel sambil makan nasi timbel kesukaannya.
"gue cuman bisa bilang makasi buat kalian guys." kataku sambil makasih lagi.
"ya namanya juga kawan. harus saling tolong-menolong." kata johan.
"kalo gak ada kalian, pasti gue udah memar-memar nih di badan and muka gue." kataku sambil memegang kepala, badan, dan punggung berkali-kali
"ta[i tadi kita lebay banget ya. ampe ada polisi segala. kayak film action gak lulus sensor tuh. hahaahaha." kata samuel.
"hahahaha. udah kita anggep aja jadi pengalaman yang keren. sekarang makan." kataku.
"oke sob!"