BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 02 Desember 2009

bab 2: ANAK BARU

aku terbangun dari tidur lelapku. aku mulai mengumpulkan nyawa(biasa gue ngomong begini). kali ini tumben mamaku tidak membangunkanku, mungkin mamaku sudah berangkat. aku mandi dan memakai baju, menyusun buku lalu berangkat. tak lupa juga aku membawa kunci motorku. dengan semangat dan takut aku pergi ke sekolah. kalo takutnya sih entar ketemu sama cewek-cewek yang seperti monster. kalo semangatnya, aku bisa ketemu 2 sahabatku ini.
"kyaaaa!! ada mario!"
"iya! mario!"
dan lagi-lagi sorak sorai para cewek ini menggerogoti kupingku. untung aja aku pake helm.
"maaf girls. kali ini jangan ajak ngobrol gue ya. soalnya lagi sakit ku[ing nih. nanti kalo kalian berisik gue bisa tuli nih. tolong jangan brisik ya girls. nanti ada waktunya kok bisa ngobrol sama girls. duluan ya. bye" aku langsung buru-buru lari.
"yah lagi sakit ya."
"iya ya lagi sakit."
para cewek sibuk membicarakanku. sementara sang cowok-cowok hanya diam dan melihatku dengan tatapan tajam layaknya ninja mencari mangsa.


***************************************************************************************************************************


"anak-anak hari ini kita kedatangan seorang anak baru. mari nak masuk kelas." kata guru fisikaku yang kebetulan mengajar pada jam pertama.
anak baru itu cowok, tinggi, ganteng, dan tak kalahnya denganku. semua cewek-cewek terpesona melihatnya. sepertinya ada penggantiku deh.baguslah.
"nak, perkenalkan dirimu." kata guruku.
"hai teman-teman. nama saya geraldy. saya murid pindahan dari SMKN 40 jakarta. saya pindah ke sini karena orang tua saya pindah kerja. saya lahir di austria 10 oktober 1993. mohon bantuannya ya." kata si anak baru ini.
baguslah ada penggantiku jadi primadonya cewek-cewek. akhirnya aku bebas!
"nak geraldy, kamu sekarang duduk di tempatnya mario." kata guruku
anak cewek langsung menatapku dan dia dengan penuh pesona.
"ya ampun ada dua pangeran di sini."
"makin enak nih sekolah."
"tiap hari gue cuci mata terus nih."
"kyaaa. keren! two prince charming!"
jeritan para cewek ini nih yang bikin sakit kuping. astaga tuhan! kenapa sih cewek-cewek di sini di ciptain alay dan norak sekali.
"hai gue geraldy."
"hai juga, gue mario. kalo biasa di rumah gue di panggil ash."
"apa hubungannya sama mario?"
"nama panjang gue Prince Rashya Mario. jadi panggilnya ash deh."
"oh begitu. nama lo bagus ya."
"makasih. nama panjang lo apa?"
"matius geraldy watson."
"nama lo juga bagus ko. lahir di luar sih."
"makasih."
"tapi kok lo bisa bahasa indo?"
"gue kan cuman numpang lahir aja di luar. sebulan kemudian baru deh ke indonesia."
"oh begitu."
"boleh gak lo aja yang kenalin semau ini sekolah ini ke gue?"
"dengan senang hati."


***************************************************************************************************************************


"ini lapangan basket, kalo sebelah sana lapangan tenis, kalo dari sini kita bisa liat gedungnya dari lantai 1 sampai lantai 3. di situ ruang guru, kalo mau ke toilet tinggal belok kanan naik tangga aja." aku mejelaskan seisi sekolah ini.
"oh ya tak lupa juga. lantai 3 itu lantai studio. hampir semua studio alat musik ada di situ. kalo mau latihan tinggal bilang penjaganya aja." aku melanjutkan.
"oh oke oke. thanks ya." kata geraldy kepadaku.
"iya sama-sama."
"oh ya lobisa main musik?"
"bisalah. buat apa gue sekolah di sekolah musik ini kalo gak bisa musik."
"oh begitu. gue juga bisa. lo bisanya apa aja?"
"gitar, drum, bass,piano, organ."
"wow. lumayan banyak ya."
"iya. kalo lo?"
"gue trompet sama cello."
"itu lebih baguslah."
"makasih."
"btw rumah lo dimana?"
"di menteng."
"wuah deketrumah gue dong. lo di illanya apa gak?"
"iya."
"blok?"
"E."
"nomor?"
"52."
"wah kebetulan banget. gue nomor 50. kapan-kapan main ke rumah gue ya."
"oke oke."
"udah laper nih gue. makan bareng yuk."
"gue ajak johan sama samuel ya."
"okeoke."


***************************************************************************************************************************


seperti biasa, para cewek menghadangku keluar. aku dikerubuni kayak semut mencari mangsa, dan aku mangsanya. geraldy mukanya langsung pucat dan sepertinya dia punya asma deh. aku melihat johan dan samuel sudah duluan. aku bersiul agar mereka berdua melihatku. mereka langsung menolong geraldy. para cewek berteriak terus. kebetulan johan bawa mobil, jadinya mereka mengantar geraldy pulang, sedangkan aku naik motor membuntutinya dari belakang.
ko kayaknya ada yang kejar-kejar gue ya? jangan-jangan...
yup! geng motor itu mengejarku lagi. aku langsung menelfon johan.
"johan, tolong gue!"
"kenapa?" lalu samuel liat ke belakang.
"waduh geng motor itu lagi, jo. gmana nih?" samuel kebingungan.
"waduh gue juga bingung." johan panik.
"gini aja, suruh mario ngebut ke depan. lo ngehadang mereka pake mobil. jangan biarin mereka lewat mobil lo." kata geraldy lemas.
"wuih betul juga tuh." kata samuel.
"tapi gue gak pinter dalam hal ini." kata johan.
"gue liat ke belakang aja. ntar tinggal lo turutin apa kata gue." kata geraldy dengan memaksakan diri untuk melihat ke belakang.
"gimana dong? mereka udah lemparin gue pake batu nih. badan gue udah remuk." kataku dengan penasaran.
"udah lo ngebut aja ke depan kita. lo tunggu di tempat biasa." kata samuel. sementara itu johan dan geraldy berusaha memberikanku lewat dan menghadang mereka.
"oke. makasi ya." kataku dengan langsung menancap gas max.
"oke sekarang ger lo tinggal intruksi aja."
"oke."


***************************************************************************************************************************


"lama banget kalian. kalian gak kenapa-kenapa kan? kataku dengan panik.
geraldy di bopong oleh kedua temanku. aku buru-buru memberikan oksigen yang tadi aku beli untuknya. akirnya pernapasan geraldy kembali normal.
"gak ko aman tadi. kebetulan di mobil gue ada pistol mainan. jadi gue ancem aja deh." kata samuel dengan gayanya yang khas.
"wah kalo tiap hari begini terus bisa kacau nih." kataku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"udahlah jalanin aja sebagai pengalaman." kata johan dengan santai
"jadi, kalian tiap hari begini terus?" geraldy terheran-heran dengan kejadian tadi.
"iya." kataku.
"maaf ya lo jadi ikutan deh." kata samuel
"gak apa-apa kali. tapi gue masih tegang aja ampe asma gini." kata geraldy.
"udah lupain aja. balik yuk. lo balik sama gue aja ya ger. gak apa-apa kan naik motor?" kataku.
"iya gak apa-apa. gue juga udah capek."
"sam, jo gue balik dulu ya. bye." kataku.
"bye." sam dan jo juga pulang.

0 komentar: